Apa Itu Investor
Duduk manis dan uang mengalir masuk ke saku kita dengn
sendirinya. Membayang kan nya saja sudah menyenangkan bukan hehe lantas bagai
mana cara nya agar kita bisa seperti itu? Untuk bisa sampai di titik di mana
kita tidak usah bekerja namun uang secara otomatis masuk kedalam dompet kita
tentunya di butuhkaan kerja keras yang luar biasa apalagi jika anda tidak
dilahirkan di keluarga yang kaya. Ada pepatah mengatakan “tidak ada yang mudah
di dunia ini namun tidak ada yang tidak mungkin” setiap orang punya dan di beri
kesempatan yang sama setiap orang bisa sampai di titik dimana ia di sebut
Investor.
Kecerdasan finansial
Duduk manis dan uang mengalir masuk ke saku kita dengan
sendirinya. Saya menyebut nya dengan kecerdasan finansial. Jika anda memiliki
uang atau tiba-tiba anda di beri uang secara Cuma-Cuma misalkan 10 juta apa
yang akan anda lakukan? Membelanjakan semua uang tersebut untuk memenuhi gaya
hidup konsumtif anda, atau menaruh nya di bank tanpa menghiraukan inflasi dan
biaya admin, atau anda akan menginvestasikan nya dengan cara membelikan nya
aset.
Tidak banyak orang di
indonesia yang paham tentang investasi di tahun 2021 ini di indonesia di
perkirakan hanya ada 3 juta orang investor saja dari 260 juta jiwa dan 3 juta
investor tersebut juga ga semuanya investor besar kebanyakan aset-aset saham di
indonesia itu yang beli nya dari luar negeri atau pihak asing.
Kembali lagi misalkan anda punya uang 10 juta dari pada
hanya di belanjakan atau di taruh di bank kenapa ga anda investasikan saja
misalanya anda belikan reksadana dengan return 7% pertahun yang arti nya anda
akan mendapatkan 7%. 7% nya dari 10 juta yaitu 700 ribu dari hasil tidak
melakukan apa-apa. stiap tahun anda mendapatkan return dan apabila anda
membutuhkan uang lebih anda bisa menjual kembali reksadana anda tentunya
reksadana yang anda beli di taun sebelumnya jika di jual di beberapa taun
kemudian harga nya akan naik dan lagi-lagi anda mendapatkan keuntungan dari
situ.
Bicara mengenai investor dari contoh yang sudah saya
beritahukan di atas mungkin anda sudah sedikit mengerti tentang investor secara
garis besar investor adalah orang yang
menginvestasi kan uang nya untuk membeli aset yang mana aset itu bisa
memberikan dia keuntungan tanpa dia harus bekerja.
Relasi
Ada sebuah kisah yang menceritakan seorang pemuda yang ingin
membangun usaha berupa kedai kopi dia bernama agus. Pemuda itu sebelum nya
pernah bekerja di sebuah kafee besar sebagai barista selama 4 tahun. Selama
bekerja Agus mendapat kan banya ilmu sehingga membuat nya memberanikan diri
untuk mendirikan kedai kopi milik nya sendiri. Namun ia memiliki kendala
keuangan tanpa modal yang cukup Agus tidak akan dapat mendirikan usaha kedai
kopinya. Alih- alih meminjam uang di bank ia malah memilih cara lain untuk
mendapatkan modal yaitu dengan mencari orang yang mau menjadi investor di usaha
nya, Agus pun menemukan orang yang mau menanamkan modal nya di usahanya sebut
saja pak Bass. Pak Bass adalah seorang pengusaha kecil-kecilan di bidang online
shop beliau memiliki uang yang menganggur sebesar 100 juta dan beliau ingin
menyisihkan sebagian uangnya untuk berinvestasi. Agus dan pak Bass menjalin
Relas, pak bass sebelumnya sudah melihat rekam jejak Agus melihat Agus yang
memiliki keterampilan dalam bisnis minuman kopi dan juga memiliki etos kerja
yang tinggi membuat pak Bass yakin dengan relasi nya itu sehingga terjadilah
kesepakatan.
Dalam cerita tersebut kita tau bahwa relasi hanya lah
sekedar relasi yang terpenting adalah kerja keras, jika kita ingin ber relasi
dengan orang kita harus memiliki karya terlebih dahulu seperti Agus yang
memiliki keterampilan di bisnis minuman. Jika kita tidak memiliki karya
pastinya orang lain pun tidak akan menganggap kita relasi karena tidak ada keuntungan yang akan di dapatkan.
Investor
Kesapakan terjadi antar Agus dan pak Bass kedai kopi pun di
buat dengan modal sebesar 50 juta yang di gelontorkan oleh pak Bass, pak bass
mempercayakan semuanya pada Agus relasinya itu karena agus memiliki karya
berupa keahlian dalam mengelola bisnis kopi. Agus tinggal menjalan kan saja
bisnisnya tanpa harus mengeluarkan modal sama sekali namun dangan mengorbankan
50 % saham dari bisnis kopi nya tersebut dengan begitu Agus hanya memiliki
saham 50% sesuai dengan kesepakatan sebelumnya yang sudah didiskusikan oleh
Agus dan pak Bass, Agus sebagai pengelola dan pak Bass hanya sebagai investor
yang mendanai bisnis nya.
Beberapa bulan kemudian kedai kopi nya mengalami kemajuan
yang cukup besar dari bisnis tesebut menghasilkan penghasilan bersih sebesar 10
juta perbulan, itu cukup besar untuk ukuran kedai kopi sederhana yang tidak
terlalu mewah. Berdasarkan kesepakatan awal kepemilikan saham 50% banding 50%
Agus hanya menerima 5 juta dari penghasilan bersih kedai nya sementara 5 juta
nya lagi masuk ke kantong pak Bass di sini pak Bass mendapatkan dividen sebesar
5 juta perbulan dan selama 10 bulan modal pak Bass sudah kembali, dan
bulan-bulan berikutnya pun pak Bass terus mendapatkan uang ini lah yang di
sebut pasif income pak Bass tidak usah melakukan apa-apa namun uang terus masuk
ke kantong nya dengan sendirinya, model seperti pak Bass ini lah yang di sebut
dengan Investor. Selanjut nya pak Bass tinggal mencari peluang lain lagi untuk
menanamkan uang nya agar uang nya terus tumbuh.
Sementara itu di sisi lain Agus yang bekerja selama 10 bulan
juga merasakan keuntungan nya ia berlanjut merekrut karyawan dan menggajih nya
sebasar 3 juta perbulan sehingga Agus tidak usah bekerja lagi namun Agus masih
memiliki pasif income nya sebesar 2 juta. Agus hanya tinggal fokus mencari
investor lain lagi yang ingin menanamkan modal untuk membangun kedai kopi namun
kali ini Agus langsung merekrut karyawan pada bulan pertama karena Agus sudah
memiliki pengalaman yang cukup ketika membangun bisnis kopi yang pertama.
Pembagian saham nya pun bisa saja berbeda misal Agus 60% dan si peng investor
40% tergantung dari kesepakatan. Di sini Agus berperan sebagai bisnis owner
dimana ia hanya menawarkan bisnis kedai kopi kepada investor. Bayangkan jika
Agus memiliki 20 kedai kopi dengan penghasilan bersih yang ia dapatkan dari
setiap kedai senilai 2 juta berarti total penghasilan Agus yaitu 40 juta hasil
dari menjual produk sistem kedai kopi yang di namakan frencese.
Baik pak Bass mau pun Agus kini tinggal duduk manis dan uang
pun mengalir ke kantong nya. Kini Agus pun bisa melebarkan sayap nya dengan
menjadi investor sepeti yang di lakukan oleh pak Bass di awal cerita.
Sekarang kita tahu bahwa untuk menjadi investor itu tidak
lah mudah seperti Agus yang merintis dari bawah yang awal nya
karyawan(employed) di kafee, lalu pindah ketahap menjadi wirausaha yang
menjalan kan bisnis milik nya sendiri(self employed), lalu mengembangkan
usahanya sehingga ia tidak usah lagi terjun langsung di bisnis kedai kopi
nya(bisnis owner), lalu meniru pak Bass membeli aset (investor).
Pak bass juga tidak akan bisa menjadi investor jika
sebelumnya ia tidak memiliki modal yang cukup ingat cerita diawal. Pada
dasarnya semua orang diberikan modal yang yang sama oleh tuhan yaitu semangat
dan juga konsisten. Jadi bekerja lah dengan semangat dan juga konsisten yakin
dan fokus pada tujuan akhir kita.
Semoga artikel ini bermanfaat
Penulis : Basit Al Fath

