![]() |
| Mengapa orang sukses cenderung kesepian |
Mengapa orang sukses cenderung kesepian?
Ini adalah pertanyaan yang sering muncul, dan mungkin sulit untuk mendapatkan jawaban. Sebenarnya, masalah dengan menjawab pertanyaan ini adalah bahwa ada banyak jawaban yang berbeda. Orang yang berbeda memiliki ide yang berbeda tentang apa yang merupakan kesuksesan, dan apa yang membuat mereka kesepian. Beberapa orang berpikir bahwa menyendiri adalah tanda kegagalan, sementara yang lain percaya bahwa menyendiri lebih baik daripada menjalin hubungan dengan seseorang yang tidak memiliki nilai yang sama dengan Anda.
Apa yang kita ketahui adalah bahwa ada kesamaan tertentu di antara orang-orang sukses: mereka cenderung bekerja keras, memiliki hubungan yang kuat dengan anggota keluarga dan teman-teman mereka, dan merasa seolah-olah mereka memiliki tujuan hidup. Tetapi ketika Anda melihat lebih dekat pada kehidupan orang-orang ini, Anda akan menemukan bahwa banyak dari mereka juga berjuang dengan kesepian. Kenapa ini?
Jawabannya terletak pada kenyataan bahwa orang yang paling sukses cenderung introvert. Mereka tidak ingin sorotan pada mereka sepanjang waktu; sebaliknya, mereka lebih suka menghabiskan waktu sendirian untuk memikirkan atau mengerjakan proyek yang mereka sukai (atau keduanya). Tetapi kadang-kadang bahkan introvert membutuhkan interaksi manusia sehingga mereka mendapati diri mereka berpaling ke teman dekat dan anggota keluarga mereka untuk mendapatkan dukungan pada saat-saat ketika mereka.
Saya membahas kalau orang yang sangat sukses, mungkin saja kesepian. Jalan ini tidak dilalui oleh banyak orang, hanya orang yang bersedia mengorbankan banyak hal dalam hidupnya, baru bisa mencapai ke titik ini. Mayoritas orang ingin jadi orang sukses dalam hidupnya, entah jadi pengusaha sukses atau karirnya bagus hingga mencapai tingkat direktur atau bahkan presiden direktur.
Kita juga sering dengar bagaimana kisah seorang biasa mampu menaiki tangga kesuksesan. Namun perlu kita pahami, mencapai hal tersebut tidak mudah. Kamu akan mengalami banyak tantangan dan berkorban banyak hal untuk bisa sampai ke titik tersebut. Hal ini yang jarang dibicarakan oleh orang yang sudah sukses. Mereka seakan melupakan semua pengorbanan dan tantangan beratnya dan fokus pada hal yang positif, sehingga kamu dan saya bisa terinspirasi dan mengikuti jalan mereka.
Mengapa orang sukses cenderung kesepian?
Hai orang sukses itu cenderung kesepian karena ada harga mahal yang harus dibayar untuk mencapai posisi yang mereka nikmati saat ini.
Halo semuanya Selamat datang di channel saya yourskypost.my.id kali ini saya akan membahas kalau orang yang sangat sukses mungkin saja kesepian jalan ini tidak dilalui oleh banyak orang hanya orang yang bersedia mengorbankan banyak hal dalam hidupnya baru bisa mencapai ke titik ini.
mayoritas orang ingin jadi orang sukses dalam hidupnya entah jadi pengusaha sukses atau karirnya bagus hingga mencapai tingkat direktur atau bahkan presiden direktur kita juga sering dengar Bagaimana kisah seorang biasa mampu menaiki tangga kesuksesan.
Hai namun perlu kita pahami mencapai hal tersebut tidak mudah kamu akan mengalami banyak tantangan dan berkorban banyak hal untuk bisa sampai ke titik tersebut hal ini yang jarang dibicarakan oleh orang yang sudah sukses mereka seakan melupakan semua pengorbanan dan tantangan beratnya namun fokus pada hal yang positif sehingga kamu dan saya bisa terinspirasi dan mengikuti jalan mereka.
Apakah kamu pernah dengar istilah it's Lonely at the top artinya orang sukses biasanya kesepian jalan menuju sukses seringkali butuh pengorbanan yang biasanya dikorbankan adalah kualitas dan kuantitas hubungan sosial dengan orang di sekitar.
Hai inilah membuat banyak orang bilang kalau jalan menuju sukses itu bisa sangat kesepian mungkin saja ada orang-orang di sekitar kamu tapi meskipun begitu terkadang kamu mungkin merasa tersesat dan kesepian hal ini terjadi karena kehidupan orang sukses berbeda dengan kehidupan mayoritas orang misalnya ketika mayoritas teman seusiamu bisa pulang kerja dan pergi main Kamu mungkin saja masih terjebak di kantor untuk menyelesaikan proyek yang besar atau ketika hari libur tiba dan bisa menghabiskan waktu dengan keluarga atau orang yang dicintai.
Kamu mungkin harus keluar kota untuk bertemu klien yang penting tidak jarang juga saking sibuknya Kamu mungkin saja melewatkan berbagai hari penting orang yang kamu cintai misalnya hari pertama anak sekolah ulang tahun orang yang kamu cintai dan sebagainya.
Hal ini membuat jarak antara kamu dan orang yang kamu cintai Jika kamu ingin sukses besar ada pengorbanan yang harus kamu bayar masa di mana yang kamu pilih ketika berumur 80 tahun menjadi CEO dari sebuah perusahaan besar dengan omset ratusan miliar atau bahkan triliunan rupiah pertahun atau tinggal di rumah sederhana bersama keluarga besar jawaban kamu akan menentukan masa depan.
Seperti apa ketika kamu memilih untuk mengejar kekayaan sebesar-besarnya maka tentu saja ada hal yang harus kamu korbankan contoh sederhana adalah waktu apakah kamu bersedia bekerja dalam waktu yang lebih panjang biasanya semakin tinggi tingkat jabatan maka waktu yang kamu habiskan untuk bekerja akan semakin panjang menurut Harvard business review rata-rata CEO di Amerika Serikat menghabiskan 10 hingga 12 jam sehari untuk bekerja sedangkan rata-rata karyawan hanya menghabiskan 8-9 jam sehari Hai di sisi lain apa yang terjadi apabila kamu mencapai semua hal itu.
Apakah kamu akan bahagia selamanya Ini pertanyaan yang menarik Coba bayangkan seseorang yang punya tujuan besar untuk mendaki gunung yang tinggi orang ini sangat terobsesi dan tanpa sadar menelantarkan hubungan dengan orang yang dicintainya ketika akhirnya orang itu berhasil mendaki gunung hingga ke Puncak tertinggi dia hanya menemukan bebatuan saja yang ada di sana pemandangan yang indah dari atas gunung ternyata tidak bisa menggantikan hubungan yang erat dengan orang sekitar ada fakta yang menarik bagi kebanyakan karyawan persahabatan di tempat kerja merupakan salah satu hal penting yang mendukung kebahagiaan dalam bekerja.
sebuah riset menemukan lebih dari 90% karyawan mengaku kalau mereka punya teman di tempat kerja 70% mengatakan kalau persahabatan merupakan elemen penting untuk bahagia saat bekerja dan 58% mengatakan kalau mereka bersedia menolak tawaran pekerjaan dengan gaji yang lebih tinggi apabila lingkungan kerjanya nggak enak namun semakin tinggi karir seseorang jumlah teman mereka juga semakin sedikit bahkan berdasarkan hasil temuan dari Harvard business review setengah dari total CEO yang jadi responden penelitian mengaku kalau mereka kesepian dalam bekerja parahnya kesepian ini berhubungan dengan kemungkinan seseorang mengalami berat out dalam bekerja kesepian ini bukan artinya CEO tersebut tidak dikelilingi oleh banyak orang tentunya CEO tersebut pasti sering ikut dalam rapat namun kesepian di sini terjadi ketika seseorang tidak mampu menjalin hubungan emosional yang dekat dengan orang lain Karena posisinya di tempat kerja orang yang sukses Seringkali merasakan kesepian dalam kondisi yang ramai.
Kenapa hal ini terjadi ternyata hubungan alamiah antara atasan dan anak buah seringkali sulit kedua orang tersebut untuk berhubungan ke tingkat yang personal penelitian terbaru menunjukkan kalau bawahan mungkin menghindari persahabatan dengan atasan mereka karena hal ini nantinya bisa jadi bias terhadap karyawan tersebut disisi lain atasan juga berusaha menjaga jarak tertentu dengan bawahan agar mereka bisa menilai karyawan tersebut lebih objektif kadang terlalu dekat juga bisa Berbahaya kita bisa jadi Bias terhadap kinerja seseorang.
studi lain menemukan kalau orang seringkali memperlakukan atasan mereka seperti figur otoritas di awal kehidupan misalnya seperti guru atau orangtua mungkin Wajar saja karena biasanya atasan itu usianya relatif lebih tua dari kita dan ada rasa hormat yang buat kita sungkan untuk menjalin hubungan yang lebih personal namun Seiring berjalannya waktu hubungan tersebut bisa saja menjadi semakin cair tergantung Apakah ada kemistri diantara kedua orang tersebut apa di orang sukses harus selalu kesepian.
Tentu saja tidak semua pemimpin punya caranya sendiri untuk menghadapi situasi ini ada pemimpin yang ikut dalam komunitas CEO selain perluas koneksi mereka juga boleh dibilang bertemu dengan orang lain yang punya pengalaman yang sama seperti mereka ada juga pemimpin yang berusaha untuk menjalin hubungan personal dengan anak buahnya misalnya mantan CEO pepsico bernama Imran loewi setiap tahunnya dia menulis 400 surat kepada orang tua dari karyawan tingkat eksekutif senior nya surat ini merupakan ucapan terima kasih atas dedikasi yang diberikan karyawan tersebut terhadap perusahaan semua bermula ketika Loewi pertama kali menjadi CEO pepsico pada tahun 2006 saat itu dia pulang ke India untuk bertemu ibunya ketika dia pulang dan duduk diruang tamu banyak tamu datang ke rumahnya mereka datang dan bilang ke ibunya kalau ibunya hebat telah membesarkan Hai perempuannya dengan baik hingga akhirnya dia bisa jadi CEO.
menariknya tamu tersebut hanya berbicara pada ibunya bukan pada dia pengalaman ini membuat loewi sadar kalau kesuksesan karirnya juga boleh dibilang berkat dukungan dari kedua orangtuanya dan mereka berhak untuk mendapatkan pujian inilah yang dilakukan oleh nya, loewi mengirimkan surat kepada orangtua para karyawan atas kehebatan mereka membesarkan anak mereka dengan baik aksi sederhana ini ternyata mampu meningkatkan hubungan nya dengan para eksekutif senior nya mereka merasa Bos mereka peduli atas hidup mereka tidak hanya soal pekerjaan saja.
Oke Apa kesimpulannya pertama sukses itu butuh pengorbanan ketika kamu memilih untuk mengejar kesuksesan yang besar maka tentu saja ada hal yang harus kamu korbankan contoh sederhana adalah waktu Apakah kamu bersedia bekerja dalam waktu yang lebih panjang biasanya semakin tingkat jabatan maka waktu yang kamu habiskan untuk bekerja akan semakin panjang menurut Harvard business review rata-rata CEO di Amerika Serikat menghabiskan 10-12 jam sehari untuk bekerja sedangkan rata-rata karyawan hanya menghabiskan 8-9 jam sehari.
kedua orang dengan jabatan tinggi cenderung menjaga jarak hubungan alamiah antara atasan dan anak buah seringkali sulit membuat kedua orang tersebut untuk berhubungan hingga ke tingkat yang personal atasan cenderung berusaha menjaga jarak tertentu dengan bawahan agar mereka bisa menilai karyawan tersebut dengan lebih objektif.
kadang terlalu dekat juga bisa Berbahaya kita jadi bias terhadap kinerja seorang ketika memilih untuk tidak kesepian ketika sukses setiap pemimpin punya caranya sendiri untuk menghadapi situasi ini ada pemimpin yang ikut dalam komunitas CEO selain perluas koneksi mereka boleh dibilang bertemu dengan orang lain yang punya pengalaman yang sama seperti mereka.
ada juga pemimpin yang berusaha untuk menjalin hubungan personal dengan anak buahnya silahkan komen di kolom komentar Pelajaran apa yang kalian dapat ketika tahu informasi ini selain itu komen juga mau tahu informasi apalagi.

